Lokakarya nasional Brunei pada September 2026 mengembangkan rencana One Health yang dimiliki pemerintah, dengan dukungan Quadripartite. Prosesnya dibangun dari kegiatan prioritisasi dan koordinasi yang telah berjalan, bukan dimulai dari nol.
Proses yang melandasi rencana
WHO melaporkan lokakarya tiga hari yang mempertemukan perwakilan kesehatan, pertanian dan pangan, kehutanan, lingkungan, urusan dalam negeri, pertahanan, pendidikan, otoritas pangan, universitas, dan lembaga pemerintah lainnya. Kegiatan ini melanjutkan National Bridging Workshop 2025 dan lokakarya One Health Zoonotic Disease Prioritization yang dilakukan pada tahun yang sama.
Lokakarya tersebut menggunakan One Health Joint Plan of Action dan panduan implementasinya sebagai kerangka, lalu menyesuaikannya dengan institusi, profil risiko, dan prioritas negara. Cakupan pembahasannya menghubungkan zoonosis, AMR, keamanan pangan, dan kesehatan ekosistem.
Dari dokumen menuju pelaksanaan
WHO menyebut kesimpulan lokakarya bukan akhir proses. Tim dan mitra pemerintah masih akan menyelesaikan dokumen, membangun kerangka pemantauan dan evaluasi, mengembangkan model pembiayaan, serta menyiapkan langkah menuju rencana aksi nasional. Artinya, statusnya adalah proses penyusunan yang berlanjut, bukan rencana yang telah sepenuhnya disahkan dan dilaksanakan.
Pengalaman ini menunjukkan manfaat menghubungkan prioritisasi risiko, kajian koordinasi, rencana aksi, indikator pemantauan, dan pembiayaan. Rencana lintas sektor akan lebih operasional bila dibangun bersama instansi pemilik mandat dan diselaraskan dengan mekanisme perencanaan yang sudah ada.
Pertanyaan yang dapat dipertimbangkan
- Apakah prioritas zoonosis dan risiko bersama sudah disepakati oleh sektor terkait?
- Bagaimana pembagian fungsi nasional dan subnasional dijelaskan dalam rencana?
- Apakah setiap tindakan memiliki pemilik, ukuran kemajuan, serta jalur pembiayaan?
Untuk Indonesia, pendekatan bertahap dapat mengurangi risiko strategi berhenti sebagai dokumen: mulai dari fungsi koordinasi yang diperlukan, uji melalui kegiatan teknis bersama, kemudian gunakan hasilnya untuk memperbaiki tata kelola dan rencana kerja.
Catatan editorial: artikel ini merangkum dan menginterpretasikan sumber yang ditautkan. Untuk metode dan rincian lengkap, silakan merujuk ke dokumen asli.
