Tidak ditemukannya penggunaan kolistin dalam survei pascalarangan perlu dibaca bersama rendahnya pemahaman peternak tentang kebijakan tersebut.
Temuan utama
Studi membandingkan survei potong lintang 2014 dan 2023 pada peternakan ayam petelur kecil di tiga kabupaten Jawa Tengah. Pada survei pascalarangan, tidak ada peternakan yang melaporkan penggunaan kolistin, tetapi hanya 18,2% responden mengetahui larangannya. Profil penggunaan antimikroba lain tidak menunjukkan perubahan yang bermakna secara statistik.
Batas interpretasi
Kuesioner, pendekatan sampling, dan komposisi peserta berbeda. Studi ini bukan pengamatan berulang pada peternakan yang sama, sehingga perbandingannya bersifat deskriptif dan tidak menetapkan hubungan sebab-akibat. Hasilnya juga tidak membuktikan penurunan resistansi antimikroba.
Evaluasi kebijakan perlu memantau penggunaan antibiotik secara keseluruhan, akses konsultasi veteriner, dan kemungkinan substitusi obat. Pendampingan peternak serta komunikasi melalui pemasok dapat melengkapi pengendalian distribusi.
Catatan editorial: ringkasan sumber dan analisis penerapannya. Implikasi untuk Indonesia merupakan interpretasi editorial; rincian metode tersedia pada sumber asli.
