Studi pada peternakan sapi perah rakyat di Cianjur, Jawa Barat, melaporkan antibodi terhadap bovine viral diarrhoea virus (BVDV) pada 80 dari 118 peternakan (67,8%). Sampel susu curah yang diuji tidak menunjukkan antigen BVDV.
Temuan utama
Penelitian potong lintang ini menggunakan sampel susu curah dari peternakan kecil di Cianjur. Proporsi seropositif di tingkat peternakan menunjukkan paparan BVDV pada populasi yang diuji. Tidak ditemukannya antigen pada sampel susu yang diperiksa berarti virus tidak terdeteksi melalui pemeriksaan tersebut pada waktu pengambilan sampel.
Batas interpretasi
Data dikumpulkan pada 2022 dan hasil serologi tidak sama dengan bukti infeksi aktif saat ini. Hasil negatif antigen dalam susu curah juga tidak menyingkirkan infeksi pada hewan individual, ekskresi yang bersifat sementara, atau sirkulasi di luar peternakan sampel. Temuan tidak dapat langsung dianggap sebagai estimasi nasional.
Relevansi untuk Indonesia
Penggunaan susu curah berpotensi mendukung surveilans tingkat kelompok bila rancangan sampling, pengulangan, dan konfirmasi diagnostik memadai. Tindak lanjut dapat menggabungkan data pergerakan ternak, status reproduksi, praktik biosekuriti, dan konfirmasi pada hewan untuk menentukan nilai operasional surveilans tersebut.
Baca artikel lengkap di Preventive Veterinary Medicine Reports
Catatan editorial: Ringkasan membedakan temuan sumber dari implikasi untuk Indonesia. Interpretasi penerapan adalah analisis editorial AEEVI dan perlu mempertimbangkan desain, populasi, serta konteks studi.
