FRIDAY BRIEFING

Ekuitas kesehatan dalam intervensi One Health.

Sebuah review of reviews menemukan bahwa dampak intervensi One Health terhadap ekuitas masih jarang dievaluasi.

↗

Delisle dan kolega menelaah 62 tinjauan dari 295 publikasi berorientasi tindakan untuk mengidentifikasi bagaimana ekuitas kesehatan dimasukkan ke dalam intervensi One Health.

Temuan utama

Intervensi paling banyak dibahas pada area pelayanan (26 dari 62 tinjauan). Ekuitas dibahas melalui tata kelola (13), teknologi (11), data dan informasi (7), serta sumber daya manusia (5). Hanya dua tinjauan yang secara langsung menghubungkan ekuitas kesehatan dengan One Health; sebagian besar tinjauan berasal dari negara berpendapatan tinggi. Evaluasi dampak intervensi pada ekuitas juga masih terbatas.

Batas interpretasi

Ini adalah review of reviews, bukan evaluasi dampak program lapangan. Cakupan yang didominasi tinjauan dari negara berpendapatan tinggi membatasi transfer langsung rekomendasi ke konteks negara lain. Penulis mencatat kebutuhan akan data terpilah, keterlibatan komunitas, perhatian pada determinan sosial, dan analisis ketimpangan kuasa.

Relevansi untuk Indonesia

Desain dan pemantauan program One Health dapat menilai siapa yang menerima manfaat, siapa yang masih sulit mengakses layanan, dan apakah kelompok rentan terlibat dalam pengambilan keputusan. Indikator gender, disabilitas, lokasi, mata pencaharian, serta akses layanan dapat dipertimbangkan sejak awal, bukan hanya saat pelaporan akhir.

Baca artikel lengkap di Frontiers in Public Health

Catatan editorial: Ringkasan membedakan temuan sumber dari implikasi untuk Indonesia. Interpretasi penerapan adalah analisis editorial AEEVI dan perlu mempertimbangkan desain, populasi, serta konteks studi.

Kembali ke Friday Briefing