Sebuah studi di Frontiers in Veterinary Science menyusun rancangan surveilans dua tahap dengan stratifikasi desa untuk memperkirakan prevalensi 14 penyakit zoonotik dan transboundary animal diseases di India.
Temuan utama
Penulis menggunakan tinjauan sistematis dan meta-analisis untuk memperoleh estimasi awal, lalu memasukkan karakteristik uji diagnostik dan tingkat keyakinan 95% ke dalam perhitungan sampel. Rancangan yang dihasilkan mencakup 34.975 sampel dari 2.018 desa. Penyakit yang dicakup antara lain bruselosis, tuberkulosis, Q fever, salmonellosis, ASF, lumpy skin disease, dan beberapa penyakit lainnya.
Batas interpretasi
Angka tersebut adalah rancangan kebutuhan sampling, bukan hasil pengambilan sampel nasional atau estimasi prevalensi baru. Penerapannya bergantung pada mutu studi sumber, heterogenitas antarwilayah, asumsi tentang sensitivitas dan spesifisitas tes, serta kemampuan logistik lapangan.
Untuk Indonesia, pendekatan ini memberi contoh cara menyusun prioritas dan alokasi sampling lintas penyakit secara transparan. Parameter, unit sampling, stratifikasi wilayah, dan kapasitas laboratorium tetap harus disesuaikan dengan epidemiologi serta sistem surveilans nasional.
Catatan editorial: ringkasan sumber dan analisis penerapannya. Implikasi untuk Indonesia merupakan interpretasi editorial; rincian metode atau data tersedia pada sumber asli.
