Edisi 16 Oktober 2026 merangkum sumber yang terbit antara 1–16 Oktober serta satu laporan regional Q2. Fokusnya adalah bagaimana sinyal dan rekomendasi lintas sektor diterjemahkan menjadi surveilans, kesiapsiagaan, dan tindak lanjut yang dapat dipantau.
Lima bacaan pilihan
- Penilaian risiko bersama zoonosis: dari rekomendasi ke tindak lanjut daerah
Temuan WHO Indonesia menghubungkan leptospirosis, rabies, dan antraks dengan tindakan lintas sektor yang spesifik.
Baca artikel AEEVI · Sumber asli - Rancangan surveilans multi-penyakit berbasis meta-analisis
Studi India menggabungkan estimasi prevalensi awal dan desain sampling untuk 10 zoonosis serta empat penyakit hewan lintas batas.
Baca artikel AEEVI · Sumber asli - Intelijen epidemi penyakit hewan di Asia-Pasifik
Laporan triwulanan WOAH merangkum lanskap penyakit hewan regional untuk mendukung kewaspadaan dan deteksi dini.
Baca artikel AEEVI · Sumber asli - Investasi regional untuk surveilans, laboratorium, dan tenaga kerja
Proyek Pandemic Fund di 12 negara Asia-Pasifik menunjukkan paket investasi yang menghubungkan multisource surveillance, jejaring laboratorium, dan workforce.
Baca artikel AEEVI · Sumber asli - Asap kebakaran sebagai sinyal risiko kesehatan dan lingkungan
Laporan tentang kabut asap Asia Tenggara menyoroti pentingnya menghubungkan informasi lingkungan dengan pemantauan kesehatan.
Baca artikel AEEVI · Sumber asli
Webinar CSIRO dan Australian Centre for Disease Control, “One Health in the region: surveillance, leadership and governance”, dijadwalkan Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB secara daring. Topik termasuk koordinasi Singapura, inisiatif Nature for Health di Pasifik, dan surveilans kesehatan orangutan di Indonesia. Lihat informasi dan pendaftaran.
Catatan editorial: Ringkasan ini menyeleksi perkembangan yang relevan untuk epidemiologi veteriner, One Health, surveilans, laboratorium, dan kesiapsiagaan. Interpretasi penerapan di Indonesia diberi label sebagai analisis editorial, bukan temuan sumber.
